-
Menjadi Kampung: Cerita Fotografis Lumban Suhi Suhi Toruan
Setelah berulang kali membicarakan LSST di Rumah Lifepatch, aku akhirnya berkesempatan pulang ke Pulau Samosir dalam rangka perjalanan belajar Tuah Mangiring (TuRing) bersama Kawan Pustaha. Di sela waktu itu, aku menyusun rencana: apa saja yang perlu difoto di kampungku? Kami menyusun daftar panjang, mulai dari perkampungan, mata air, sungai, artefak, upacara adat, dan seterusnya.
-
Kekerasan, Kembali Berulang…
Dua puluh tujuh tahun yang lalu, suasana Jakarta mencekam. Kekecewaan dan kemarahan yang tersimpan bertahun-tahun di benak setiap orang, akhirnya meledak di sepanjang jalan. Peristiwa Mei 1998 menjadi puncak atas ketidakpuasan rezim Orde Baru. Peristiwa Mei 1998 adalah luka yang belum sepenuhnya sembuh, tapi juga menjadi titik tolak lahirnya babak baru bangsa Indonesia. Di jalan-jalan…
-
“Melting Memories”: Ketika Ingatan Melebur dalam Simfoni Digital
Dipamerkan dari 7 Februari hingga 10 Maret 2018 di Pilevneli Gallery, Istanbul proyek terbaru Refik Anadol, Melting Memories (2018) mengeksplorasi hubungan antara manusia dan proses mengingat melalui teknologi canggih dan potensi tak terbatas dari otak. Di era di mana koneksi dengan masa lalu semakin mudah, karya ini menawarkan pendekatan baru terhadap representasi memori dalam seni…
-
Nostalgia Lirih Lenting
Bertanggal 23 September 2021, artikel penuh resah Prabu Yudianto di Terminal Mojok ditutup dengan satu paragraf yang getir: “…kalau Anda tinggal di SG, penggusuran harus diterima dengan semangat narimo ing pandum. Segala memori indah bisa dihapus dengan titah raja. Dan sampai saat saya menulis kalimat ini, saya masih belajar menerima realitas. Realitas bahwa kami hanyalah…
-
Merekayasa Ulang Museum dengan Mimpi Demam T.A. Kusno
Museum-museum di Eropa menyimpan memori mengenai masyarakat Indonesia kala direkayasa modernitas. Produksi memori tersebut didorong, salah satunya, oleh hasrat penjajah untuk memahami masyarakat terkoloni melalui bingkai eurosentris. Proses menulis, menggambar, merekam dan menarasikan dari titik tersebut menjadi penegasan akan posisi masyarakat di bumi kolonial sebagai subordinat. Terjadilah jarak antara representasi dari luar terhadap otonomi masyarakat…
-
Kreativitas Reproduksi Mekanis dalam Pameran Arsip Mgr. Soegijapranata SJ
Ketika seni bertemu dengan sejarah, terciptalah pengalaman yang tak terlupakan. Inilah yang ditawarkan dalam Pameran Arsip Fotografis Mgr. Albertus Soegijapranata SJ di Ruang MES 56 Yogyakarta pada akhir tahun 2024. Pameran ini merupakan proyek kolaborasi Ruang MES 56 dan Program Doktor Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma melalui payung program reForward yang tergabung dalam rangkaian acara…
-
‘Para Pembuat Ayat’: Merespons Residu Kolonialisme
Tubuh kita hari ini, nampaknya masih terperangkap oleh residu kolonialisme di masa lalu. Sejak merebaknya industri foto pada tahun 1860-an, kita mengalami bagaimana fotografer Eropa menatap setiap lekuk tubuh kita, kemudian menata dan menduplikasikannya ke dalam bingkai.
-
Rujak Pare Bercerita Pahitnya Tragedi Mei 1998
Ada filosofi di balik ritual ini, pare melambangkan rasa “pahit” atas kejadian kelam tragedi Mei ‘98. Sambal rujak sengaja dihadirkan bercita rasa pedas karena rasa pedas simbol dari “kesedihan” atas peristiwa itu. Begitupun, bunga kecombrang yang memiliki makna tersirat sebagai simbol “perempuan Tionghoa.”
-
Jauh di Sana, Dekat di Sini: Membicarakan Perantauan pada Baan Noorg Biennial 2024
Ruang MES 56 mencoba untuk merefleksikan dan mengupayakan narasi penting terkait dinamika pada peristiwa merantau yang berdampak pada diversifikasi budaya dan dinamika mobilisasi yang dirasakan oleh para perantau.